.

Inovasi “NGAJI” (NGARING GIZI JEUNG IBU-IBU) Puskesmas Cinagara

 

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil ini dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat adanya 32,9 persen atau 282.627 balita dari jumlah keseluruhan 859.501 balita di Kabupaten Bogor menderita stunting hingga akhir tahun 2018. Puskesmas Cinagara adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Bogor dengan dua desa lokus stunting, yaitu Desa Tangkil dan Desa Pasir Buncir. Berdasarkan data RISKESDAS 2018 terdapat 200 balita stunting di 2 desa tersebut. Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga salah satu lokus tersebut ,desa tangkil dikunjungai oleh Bapak Presiden RI. Oleh karena itu menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah bagaimana dalam penanganan stunting yang komperhensif dan terintegrasi di wilayah Pukesmas Cinagara .

 

Atas dasar itulah Puskesmas Cinagara membuat gagasan baru yaitu “NGAJI” ( NGARIUNG GIZI JEUNG IBU-IBU) yang tujuannya untuk menangani masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Cinagara. Edukasi yang diterapkan dari inovasi “NGAJI” selain melalui Posyandu juga melalui media sosial yaitu Instagram Puskesmas Cinagara dan Twitter @PKMCINAGARA

 

Agenda Kegiatan